Mesin Ketik dan Tulisan Tangan, Primadona Keamanan Dimasa Depan [OPINI]

03.24 0 Comments

Saya yakin anda semua pernah mendengar berita tentang kejahatan cyber yang saat ini marak diberbagai negara. Tak hanya mengincar korban secara random, tak sedikit penjahat dunia maya yang menjadikan lembaga keuangan sebagai sasarannya.

Salah satunya mungkin anda pernah mendengar tentang kelompok hacker Carbanak yang berhasil membobol tak kurang dari 100 bank diberbagai belahan dunia seperti Amerika Serikat, Jerman, Cina, dan Ukraina dengan kerugian mencapai hingga US$ 1 Miliar.

Cyber Crime

Keamanan komputer yang super canggih lembaga keuangan seperti bank tak menjamin bebas dari upaya peretasan. Perangkat keamanan yang super mahal memang bukan segala-galanya, kenapa? Karena masih ada unsur paling terlemah dalam sistem keamanan komputer, MANUSIA. Apakah berita diatas menjadi sangat menakutkan? Saya fikir ya, tapi itu belum seberapa.

Yakinkah saat ini negara kita aman dari berbagai peretasan dari negara tetangga? Ataukah memang saat ini kita benar-benar sedang diawasi, dari berbagai lini dunia maya dan tak sadar kalau itu semua sedang terjadi dan berlangsung sejak lama?

Peretasan memang hal yang lumrah, tak jauh berbeda dengan dunia nyata yang sedang kita jalani, selalu ada penjahat dan orang baik disekitar kita. Selalu ada Spiderman, Batman, Wiro Sableng, Saraswati, Panji Manusia Millenium dan lain-lain. Begitu juga selalu ada Joker, Nenek Lampir, perampok. dan para penjajah disisi lainnya. Tergantung kita mau berdiri dipihak mana, apakah sekedar masyarakat biasa, atau sebagai penjahat, maupun polisi didunia maya.

Kembali lagi ke topik judul artikel ini, yakni primadona keamanan masa depan, mesin ketik dan tulisan tangan. Dari berbagai kasus kejahatan online, baik peretasan situs perbankan, rahasia negara, situs-situs yang menyimpan informasi sensitif yang notabene memiliki keamanan tingkat tinggi, kerap kali masih juga bisa dibobol.

Gilanya lagi, para hacker tak hanya meretas komputer yang terhubung dengan internet ataupun jaringan. Karena telah ada teknik khusus untuk meretas komputer meski tidak terhubung dengan jaringan apapun atau yang biasa disebut dengan istilah Air-Gap Security. Sedangkan teknik peretasan komputer Air-Gap Security tersebut dinamakan dengan Airhooper. Artikel tentang teknik tersebut akan dibahas pada artikel yang berbeda.

Alasan Mesin Ketik dan Tulisan Tangan Kelak Menjadi Primadona

Satu alasan, KEAMANAN. Dikabarkan, pemerintah Rusia kini menggunakan alat mesin ketik untuk menjaga kerahasiaan negara. Dari berbagai kasus yang ada saat ini, secanggih apapun sistem keamanan jaringan komputer, hacker selalu saja menemukan celah keamanan tersebut.

Hal ini yang melatarbelakangi kenapa saya menganggap bahwa tulisan tangan maupun mesin ketik menjadi sebuah alat keamanan agar tak tersentuh dari upaya peretasan yang kerap banyak terjadi saat ini. Saya berkeyakinan, tulisan tangan dan mesin ketik akan digunakan oleh berbagai instansi pemerintahan disuatu negara untuk mencegah kebocoran informasi rahasia.

Tak Luput dari Kelemahan

Selalu saja ada kelemahan, begitu pula dengan menggunakan tulisan tangan maupun mesin ketik untuk terhindar dari peretasan. Lembaran-lembaran kertas yang berisi rahasia sensitif bisa saja dicuri oleh orang-orang yang memang memiliki keahlian dibidangnya, intelijen misalnya.

Namun, teknik ini masih jauh lebih aman dibandingkan dengan teknik lainnya dalam mengamankan dokumen tertentu. Karena penyerang tak hanya duduk manis dilayar komputer untuk mencuri data penting tersebut, dibutuhkan akses fisik secara langsung untuk mengambil alih dokumen tersebut.

142bit merupakan blog yang mengulas semua tentang keamanan komputer, tutorial, hacking, dan teknologi. Untuk mencegah menjadi korban kejahatan dunia maya, terkadang harus mengetahui cara bagaimana mereka melakukannya. 142bit

0 komentar: